Tren Frexit di Afrika: Kenapa Pantai Gading Usir Pasukan Prancis?

Bandar Togel Terbaik, Situs Togel Terpercaya, Agen Togel Terpercaya

tren-frexit-di-afrika-kenapa-pantai-gading-usir-pasukan-prancis

Tren Frexit di Afrika: Kenapa Pantai Gading Usir Pasukan Prancis?

Live Poker Indonesia – Pantai Gading baru-baru ini membuat kejutan dengan keputusan untuk menarik keluar pasukan militer Prancis yang telah lama berada di negara itu. Keputusan ini menjadi tanda bahwa hubungan diplomatik antara Prancis dan beberapa negara Afrika, terutama di Afrika Barat, semakin memanas. Kenapa hal ini bisa terjadi?

  1. Tentara Pantai Gading Sekarang Lebih Mandiri

    Presiden Alassane Ouattara mengumumkan pada 31 Desember 2024 bahwa Pantai Gading siap mengusir pasukan Prancis. Menurut Ouattara, tentara negara mereka sudah cukup kuat dan modern untuk mengatasi tantangan keamanan sendiri. Jadi, kehadiran pasukan Prancis tidak lagi diperlukan. Pangkalan tentara Prancis yang ada di Port-Bouet, ibu kota ekonomi Abidjan, akan diserahkan ke tentara Pantai Gading mulai Januari 2025.

  2. Kebencian Terhadap Kolonialisme Prancis

    Ada rasa frustrasi yang mendalam di banyak negara bekas koloni Prancis. Warga di Mali, Burkina Faso, Niger, dan Pantai Gading merasa sudah waktunya untuk lepas dari bayang-bayang Prancis. Kritisnya, banyak yang menganggap bahwa masa penjajahan Prancis memperburuk kondisi sosial dan ekonomi di Afrika. Selama penjajahan, banyak nilai-nilai Eropa dipaksakan kepada penduduk setempat, yang memengaruhi budaya dan tatanan lokal.

  3. Francafrique: Jaringan Elit yang Mengikat

    Setelah Afrika merdeka pada 1960-an, Prancis tidak sepenuhnya lepas tangan. Mereka membangun jaringan elit yang dikenal dengan istilah Francafrique, yang bertujuan untuk melindungi kepentingan ekonomi mereka di benua tersebut. Prancis masih memiliki lebih dari 200 perusahaan yang beroperasi di Afrika, termasuk perusahaan-perusahaan besar di sektor energi. Namun, kebijakan ini kini semakin dipertanyakan, terutama oleh negara-negara yang ingin mandiri dan melepaskan diri dari pengaruh luar.

  4. Ketidakmampuan Pasukan Prancis di Sahel

    Meski Prancis telah mengirim ribuan tentara ke wilayah Sahel untuk memerangi kelompok bersenjata, keamanan di daerah ini justru semakin memburuk. Kelompok-kelompok seperti Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) terus menggempur negara-negara seperti Mali dan Burkina Faso, bahkan mulai menyebar ke daerah pesisir seperti Pantai Gading dan Ghana. Artinya, meski banyak pasukan Prancis, kekerasan dan kekacauan justru semakin meningkat.

  5. Prancis Masih Punya Pangkalan di Djibouti

    Prancis memang masih memiliki pangkalan militer besar di Djibouti, yang menjadi salah satu titik strategis mereka di Afrika Timur. Dengan hampir 1.500 tentara di Djibouti dan kehadiran militer kecil di Gabon, Prancis tetap menjaga pengaruh di beberapa negara. Namun, dengan banyaknya negara yang memilih mengusir pasukan mereka, tampaknya masa kejayaan Francafrique mulai berakhir.

Situs Togel Terpercaya | Bandar Togel Online Agen Togel Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *