AS Tambah Kapal Induk di Timur Tengah! Trump Ancam Houthi & Iran
Agen Bola Terpercaya –Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas! Amerika Serikat resmi menambah kapal induk di wilayah tersebut setelah serangan Houthi makin gencar. Presiden Donald Trump pun mengeluarkan ancaman keras yang bikin dunia menahan napas!
Kapal Induk Tambahan untuk Menggempur Houthi!
Pentagon mengumumkan pada Selasa, 1 April 2025, bahwa AS kini mengerahkan dua kapal induk di Timur Tengah. Kapal Carl Vinson akan bergabung dengan Kapal Harry S. Truman dalam operasi militer di kawasan tersebut.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menjelaskan bahwa kehadiran kapal tambahan ini bertujuan untuk “memastikan stabilitas, mencegah agresi, dan melindungi jalur perdagangan dunia.”
Sementara itu, serangan udara AS terhadap kelompok Houthi di Yaman terus berlanjut hampir setiap hari. Pasukan AS berupaya menghentikan kelompok bersenjata itu yang selama ini mengganggu rute perdagangan dunia di Laut Merah dan Teluk Aden.
Trump: “Kami Baru Saja Memulai!”
Sehari sebelum pengumuman kapal induk, Donald Trump angkat bicara dengan ancaman yang bikin merinding. Lewat platform Truth Social, ia menegaskan bahwa serangan terhadap Houthi tidak akan berhenti sampai mereka benar-benar hancur!
“Pilihan bagi Houthi jelas: Berhenti menembaki kapal-kapal AS, dan kami akan berhenti menembaki kalian. Jika tidak, kami baru saja memulai, dan penderitaan yang sesungguhnya belum datang!“ ujar Trump.
Tak hanya itu, Trump juga memperingatkan Iran. Ia mengancam bahwa jika Teheran tidak mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya, akan ada pemboman besar-besaran!
Blunder Besar! Bocoran Serangan Udara AS Terungkap ke Media
Di tengah eskalasi ini, pemerintahan Trump justru menghadapi skandal besar! Obrolan rahasia pejabat keamanan AS secara tidak sengaja bocor ke media.
Majalah The Atlantic mengungkapkan bahwa seorang editor senior mereka—tanpa sengaja—disertakan dalam grup Signal tempat pejabat tinggi AS mendiskusikan rencana serangan udara terhadap Houthi.
Akibatnya?
Detail waktu serangan dan intelijen sensitif langsung jatuh ke tangan pers! Bahkan, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth disebut-sebut sebagai orang yang ikut dalam obrolan fatal itu.